Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konfigurasi RadbooX di Mikrotik

Kalau kamu lagi cari cara praktis mengatur MikroTik dengan sistem RADIUS, billing, dan monitoring otomatis, maka Panduan Lengkap Radboox untuk MikroTik ini pas banget buatmu. Banyak pengguna MikroTik yang bingung bagaimana cara menghubungkan router mereka dengan server RADIUS, membuat VPN, sampai mengelola user Hotspot atau PPPoE. Nah, di sini kita akan bahas step by step secara jelas dan rapi.

Menariknya, Radboox hadir sebagai solusi all-in-one untuk autentikasi user, paket internet, hingga laporan penggunaan. Jadi, kamu nggak perlu repot bikin konfigurasi manual satu per satu di MikroTik. Cukup ikuti panduan ini, dan semua bisa langsung berjalan otomatis.

Panduan Lengkap Konfigurasi Radboox di MikroTik

IP Radius Radboox: 103.116.83.83

Langkah 1: Akses Akun Radboox

Buka radboox.com, lalu klik menu My Account.

Langkah 2: Login atau Registrasi

Login dengan akun yang sudah ada. Jika belum punya akun, klik Don’t have an account? untuk registrasi baru. Setelah mendaftar, kamu otomatis mendapatkan trial gratis selama 7 hari.

Langkah 3: Membuat Akun VPN

Masuk ke menu Radius → Setting → VPN. Isi nama akun, username, dan password VPN, lalu klik Submit.

Langkah 4: Catat Data VPN

Setelah VPN dibuat, catat IP Address yang muncul. Data ini akan digunakan saat konfigurasi RADIUS di RadbooX.

Langkah 5: Setting VPN di MikroTik

Klik tombol View pada kolom Script MikroTik. Pilih jenis VPN sesuai versi RouterOS (PPTP, L2TP, SSTP). Mode SSTP biasanya lebih stabil, tapi jika ISP tidak mendukung, gunakan L2TP atau PPTP. Gunakan sesuai dengan versi mikrotik, saat tutorial ini versi yang digunakan versi 7.

Langkah 6: Copy Paste Script VPN

Salin script VPN dari Radboox ke MikroTik. Pastikan koneksi berhasil. Status berhasil biasanya ditandai dengan huruf R (Running).

Langkah 7: Tes Koneksi dengan Traceroute

Lakukan traceroute dari MikroTik. Hasil traceroute yang benar menampilkan:

  • IP Gateway lokal VPN (contoh: 172.31.82.1)

  • IP Radius Radboox: 103.116.83.83

Jika hasilnya tidak sesuai, cek kembali konfigurasi static route.

Langkah 8: Tambah Static Route

Tambahkan static route agar trafik ke RADIUS diarahkan melalui VPN. Setelah benar, traceroute akan melewati gateway VPN dan berakhir di IP RADIUS Radboox. Gambar dibawah ini adalah static routing belum ada.

Ini static routing yang benar maka hasil traceroute yang muncul IP gateway lokal vpn dan ip radiusnya.

Langkah 9: Membuat Akun NAS

Masuk ke menu NAS di Radboox, buat akun baru. Isi Router Name, Secret, dan IP Address dengan IP lokal VPN yang sudah dibuat (contoh: 172.31.82.35). Klik Submit.

Langkah 10: Pasang Script RADIUS & SNMP

Setelah NAS muncul, klik View untuk menyalin script sesuai versi RouterOS:

  • V7 untuk RouterOS versi 7

  • Script standar untuk RouterOS versi 6

  • SNMP berlaku di semua versi

Salin ke MikroTik, lalu cek apakah data RADIUS sudah masuk. Pastikan juga SNMP statusnya Online.



Untuk versi mikrotik 7 keatas atau versi 6 ada Require Message Auth pilih no.

Langkah 11: Aktifkan RADIUS di Hotspot & PPPoE

Pada MikroTik, buka konfigurasi Hotspot dan PPPoE. Centang opsi Use RADIUS agar autentikasi diarahkan ke Radboox.

Langkah 12: Membuat Profil Hotspot

Di Radboox, buat profil Hotspot dengan mengisi:

  • Name, Price, dan Reseller Price

  • Rate Limit

  • Validity → masa aktif tetap, misalnya 30 hari

  • Uptime → hanya berkurang saat user online


Langkah 13: Tambah User Hotspot

Setelah profil dibuat, tambahkan user baru. Jika ingin user bisa login di semua router, biarkan opsi Router NAS tetap All. Ketika login berhasil, di menu Active Users MikroTik akan muncul status “radius”, dan di Radboox user akan terlihat Online.




Langkah 14: Membuat Profil PPPoE

Buat profil PPPoE di Radboox. Field Group dipetakan ke PPP Profile di MikroTik. Jika kosong, otomatis mengarah ke default profile.

Langkah 15: Tambah User PPPoE

Tambahkan user PPPoE baru dengan username, password, dan profil. Router NAS bisa diset ke All agar berlaku di semua NAS. Tutorial kali ini add on billing tidak dicentang terlebih dahulu, untuk yang dicentang tutorial selanjutnya.


Langkah 16: Atasi Masalah IP PPPoE 0.0.0.0

Jika user PPPoE mendapatkan IP 0.0.0.0, periksa PPPoE Server dan PPP Profiles. Biasanya Local Address dan Remote Address belum diisi. Tambahkan alamat agar user mendapat IP dengan benar.

Log dibawah ini kenapa IP nya dapet 0 karena saat buat profile di radboox groupnya tidak diisi maka ini mengarahkan ke default profile saat kita buat PPPoE server di mikrotik

Disini bisa dilihat PPPoE service default profile mengarah default.

Di PPP Profiles defaultnya tidak ada local address dan remote address.

Isi Local Address dan Remote Address maka user PPPoE akan mendapatkan IP


Jadi bisa dapat disimpulkan bahwa Group di PPPoE ini nama Profiles di PPP

Versi

RadbooX V 3.3.2

RadbooX versi V 3.3.2 ini penambahan Payment Gateway - Support Akun Xendit Sendiri. Pastikan akun RadbooX Radius Starter tidak bisa menggunakan paymen gateway, pastikan upgrade ke Radius Basic.

Integrasi Payment Gateway Mandiri

1. Pastikan daftar telebih dahulu akun xendit di www.xendit.co.

Saat pendaftaran muncul ini klik I’ll try Xendit features first.



2. Untuk mengaktifkan xendit mandiri di RadbooX pastikan status sudah activated dengan klik apply now. Lalu klik configrutation untuk setting payment gateway xendit mandiri.


3. Di configuration ada ID Bisnis, Secret Key dan Token verifikasi webhook, ini ada di xendit.


4. Login ke xendit, kalau muncul ini silahkan isi, kalau tidak bisa close dulu.


5.Klik setting. 

Lalu klik Your business.


Di your business copy Business ID lalu paste di Configuration RadbooX


6. Untuk mendapatkan Secret Key itu ada di Setting lalu klik API keys.



Klik generate secret key


Kalau muncul seperti dibawah ini klik enable 2FA, lalu tinggal ikuti instruksi yang ada.


Setelah mengaktifkan 2FA klik generate secret key lalu muncul seperti dibawah ini, kalo mau baca klik next next, kalo tidak klik close.


Silahkan isi API key name sesuka kalian, untuk permissions bagian money-in products pilih write lalu klik generate key yang ada dibawah sampingnya cancel. Setelah klik generate key nanti muncul Verification Required, kodenya ada di aplikasi authenticator saat mengaktifkan 2FA.

Copy secret API key ke RadbooX. Harap dicatat, secret key ini bersifat rahasia, jadi jangan dibagikan kepada siapapun, kalau lupa secretnya tinggal generate ulang saja.


Untuk mencari Token verifikasi webhook masih sama di halaman API Keys tapi klik webhooks yang ada di sebelah kiri.


Klik View Webhook Verification Token lalu masukan password xendit.


Copy webhook verification token lalu paste di RadbooX.


7. Selanjutnya konfigurasi webook disisi xendit. Copy webhook yang di configuration RadbooX.


Paste di PAYMENT REQUESTS V3 (/v3/payment_requests) bagian Payment Status dan Payment Request Status lalu klik test and save, pastikan response status 200. 


8. Balik ke configuration di RadbooX, untuk Payment Channel centang sesuka kalian lalu save. Note untuk admin fee harus diisi.

Masalah Xendit Mandiri RadbooX

Mohon maaf, permintaan Anda tidak dapat di lanjutkan. error code: Amount specified in payment request is below the minimum limit.Ini karena pihak xendit ada minimum pembayaran Rp10.000, untuk melihat minimum pembayaran xendit bisa lihat di docs.xendit.co/docs/id/available-payment-channels.

Masalah yang Sering Terjadi

1. VPN Tidak Terhubung

Jika VPN disconnect atau log menunjukkan RADIUS timeout, lakukan disable - enable interface VPN. Pastikan status menjadi R/Connected. Kemudian, lakukan traceroute ke IP RADIUS 103.116.83.83. Jika tidak lewat gateway VPN, cek kembali static route atau mode VPN yang dipakai.


2. Invoice Duplikat

Masalah ini muncul ketika invoice dibuat ganda untuk user yang sama. Solusi: periksa histori invoice, hapus yang duplikat, dan pastikan satu user hanya punya satu invoice aktif dalam satu periode.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apa perbedaan Validity dan Uptime?

Validity = masa aktif tetap (habis walau tidak dipakai). Uptime = hanya berkurang saat user online.

2. Mode VPN apa yang paling stabil?

Umumnya SSTP lebih stabil. Namun, jika ISP tidak mendukung, gunakan L2TP atau PPTP.

3. Kenapa user PPPoE mendapat IP 0.0.0.0?

Biasanya PPP Profile default tidak berisi Local Address dan Remote Address. Tambahkan agar user mendapat IP.

4. Bagaimana memastikan trafik RADIUS lewat VPN?

Tambahkan static route di MikroTik menuju 103.116.83.83 via gateway VPN, lalu tes dengan traceroute.

5. Seberapa sering status user diperbarui di Radboox?

Status online diperbarui otomatis ±20 menit sekali melalui SNMP/log MikroTik.

6. Apakah satu user bisa dipakai di beberapa NAS?

Bisa. Biarkan pilihan Router NAS di user sebagai “All” agar kredensial berlaku lintas NAS.

Penutup

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, konfigurasi Radboox di MikroTik untuk Hotspot maupun PPPoE bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari pembuatan VPN, setting RADIUS, hingga pembuatan profil dan user, semuanya sudah terhubung dengan baik. Jangan lupa selalu cek status VPN, traceroute, dan SNMP agar sistem stabil.

Posting Komentar untuk "Konfigurasi RadbooX di Mikrotik"